Penerapan gizi seimbang di lingkungan pesantren tentu menjadi suatu keharusan bagi para santri  untuk meningkatkan daya tahan tubuh, perkembangan kecerdasan  dan penunjang setiap aktifitas mereka dari mulai bangun pagi hingga tidur kembali. Dengan demikian pola pengaturan makanan secara sentral yang harus mengakomodir  banyaknya santri dengan kebutuhan yang berbeda, penambahan protein hewani maupun nabati harus ditangani secara serius dan professional.


Untuk pengaturan jadwal makan disesuaikan dengan protokol kesehatan pada new normal ini, dengan pengaturan jarak antrian juga kondisi tempat duduk serta kewajiban para santri untuk membawa peralatan makan sendiri, kemudian mencuci dan menyimpan peralatan tersebut di tempat sendiri pula. Petugas dapur wajib menggunakan masker dan sarung tangan. Jam makan disesuaikan kapasitas tempat duduk yang tersedia pada masing-masing ruang makan dengan pengaturan shift. Untuk putra bertempat di gedung Panti Boga dan  di basement asrama Sunan Muria untuk santri putri.


Untuk melayani kebutuhan konsumsi dan makan para santri, Pesantren  Sahid bekerja sama dengan pak Dedi Suryadi Batubara yang popular sisebut D’CATERING, sedangkan penanggung jawab Catering adalah Ibu Zalfiah.


Adapun menu makanan yang disajikan setiap hari diupayakan selalu berbeda dengan mengatur sedemikian rupa sehingga perputaran menu yang sama akan dijumpai setelah 2 (dua) minggu kemudian dan seterusnya. Yang demikian itu agar selera makan santri tidak bosan dan menurun, jelas Ibu Zalfiah. [Siska-Habliy]