Mungkin itu adalah peribahasa yang cocok buat menggambarkan pertandingan lanjutan Liga Sahid 2020 Senin, 10 Agustus 2020 antara Kesebelasan Asatidz yang tergabung dari Madrasah Aliyah dan Sekeloh Menengah Kejuruan Pondok Pesantren Modern Sahid saat merumput melawan Kesebelasan Nelsolute FC santri kelas XII Ponpes Modern Sahid.

 

Pertandingan yang digelar di Lapangan Bugar Perkasa ini berjalan menarik sekali karena banyak adu strategi, adu gengsi dan tentunya adu spirit.

 

Suatu kebanggan tersendiri jika santri mampu mengalahkan Tim Asatidz yang notabene adalah guru mereka di kelas tetapi menjadi lawan tanding saat berlaga di lapangan bola.

 

Begitupun sebaliknya para guru MA/SMK tidak mau kalah oleh santrinya dalam pertandingan ini. Maka sebelum pertandingan dimulai, manajer tim MA/SMK Ustad Ilham Alamsyah selaku Kepala Madrasah MA Sahid mempersiapkan dengan matang para pemainnya agar bisa meraih kemenangan, bahkan dia menjanjikan bonus bagi yang bisa mencetak gol ke gawang lawan.

 

Sementara di tempat terpisah, Kapten Tim Nelsolute (Kelas XII) Gery Linecer optimis dapat memenangkan pertandingan yang penuh gengsi ini dengan skor 2:0 untuk kemenangan timnya.

 

Jalannya Pertandingan

Pada babak pertama, permainan dikuasai oleh Nelsolute FC dengan terus melakukan penyerangan dari setiap sisi lapangan, keadaan seperti ini membuat manajer MA/SMK Sahid dag dig dug ser alias berdebar jantungnya ditambah teriakan supporter dari Nelsolut FC yg terus bergema membuat mereka semakin sporadis melakukan serangan. Dan pada akhirnya Gary Linercer berhasil menjebloskan bola ke gawang tim MA/SMK Sahid yang dikawal Firyal Hirmawan pada menit ke 20 hasil kerjasama yang apik antara pemain Nelsolute FC. Babak pertama berakhir dengan skor 1:0 bagi Nelsolute FC.

 

Dibabak kedua, tim MA/SMK yang dimotori oleh pemain gaek dan paling senior yaitu Ustad Purwanto meskipun saat ini usianya tidak lagi muda (diatas 45 tahun-red) terus berupaya mengambil alih jalannya pertandingan.

 

Strategi ini kemudian berhasil mengubah skor menjadi 1:1 karena di menit ke 54, Ustad Maspin Guru Kimia MA Sahid asal Padang Sumatera Barat berhasil melesakan gol ke gawang Nelsolute FC yang dijaga oleh Muhammad Dwi Falah yang merupakan Kiper Utama Sahid FC di ajang Liga Santri Nusantara tahun lalu.

 

Gol bermula ketika terjadi kemelut di depan gawang akibat tendangan pojok, bola pantulan tersebut dimanfaatkan oleh ustadz Maspin untuk diarahkan ke gawang Nelsolute dan akhirnya gol. Gooool begitu teriakan para pemain dan ofisial MA/SMK merayakan gol tersebut.

 

Namun gol tersebut harus dibayar mahal karena Ustadz Maspin diganjar kartu merah oleh wasit Ustad Abdul Aziz karena melakukan selebrasi membuka baju.

 

Walaupun ini pertandingan level lokal tapi aturan dan sanksi harus tetap diterapkan dengan merujuk kepada aturan PSSI dan FIFA, bagitu yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Liga Sahid 2020 Ustad Jahidi ketika dimintai tanggapan tentang kartu merah tersebut.

 

Sampai peluit panjang dibunyikan kedudukan tetap bertahan dengan skor 1:1. Ada hal yang menarik setelah selesainya pertandingan, ketika di lapangan mereka beradu otot untuk memenangkan bola, tapi setelah selesai para santri (Nelsolute FC) bersalam-salaman kepada para guru mereka sambil meminta maaf jika ada kesalahan dalam pertandingan tadi. Inilah adab santri yang diterapkan di pesantren. [Jay-Habliy]