Muhadatsah yaitu Bahasa arab berasal dari kata hadatsa yang berarti bicara kemudian mendapat tambahan satu huruf alif menjadi haadatsa yang berarti berbicara yang berfungsi sebagai musyarakah (persekutuan/saling berinteraksi). Kemudian mashdar dari haadatsa adalah muhadatsah.  Muhadatsah adalah percakapan yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling timbal balik.

Pada situasi New Normal ini menjadi agenda tambahan ikut dijadwalkan setiap pagi bersama  rangkaian kegiatan santri lainnya seperti olahraga, senam, berjemur, muhadatsah dan pengecekan suhu yang dilakukan sebelum masuk kelas.

Muhadatsah dibimbing oleh murobbi/yah masing-masing  dilakukan di lapangan atau depan asrama atau depan kelas, dengan cara mengulang, menghafal kemudian membuat contoh kalimat dari pemberian kosa kata Arab/Inggris yang telah diberikan. Setelah muhadatsah para santri diperkenankan untuk menuju kelas masing-masing.

Inilah sebagaian gambaran begitu besar pesantren memanfaatkan situasi dalam pencegahan Pandemi Covid-19, namun tetap memperhartikan kesehatan jasmani dan rohani para santri. Tidak berlebihan kiranya justru dunia pesantrenlah yang mampu menjalankan anjuran pemerintah untuk tetap lockdown namun bisa menjalankan berbagai aktifitas dan sekolah dengan baik. Allahu Akbar [Siska-Habliy]