Pasca Masa Orentasi Santri Baru,  Kepala Asrama mengadakan seleksi program Tahfizh 30 Juz pada 24 Juli 2020 pukul 20.00 Wib hingga selesai. Peserta seleksi tidak kurang dari 60% santri baru dan santri lama yang sudah check in. Sementara bagi santri yang masih berada di rumah dberikan kesempatan mengikuti seleksi secara daring oleh Muhafidz dan Muhafidzah.

 

Menurut Kepala Asrama Ustadz Jahidi, S.Pd., untuk mengikuti program tahfidz, para santri harus memiliki syarat sebagai berikut:

Minat, artinya santri wajib memiliki niat dan keinginan yang kuat untuk menjadi seorang Hafizh Al-Quran agar dapat focus dan konsentrasi menghafal Al Quran dengan baik serta memenuhi target hafalan.

Mampu, artinya santri  mampu membaca Al-Quran yang baik, dalam hal ini kualitas bacaan santri diharuskan telah memasuki tingkatan Mutaqadimin yaitu fasih dan lancar

Bagi santri yang bacaannya belum lancar, maka harus mengikuti program tahsinul Qiraah terlebih dahulu dengan murabbi/murabbiyahnya.

Taat, artinya seluruh santri Tahfizh Khusus 30 Juz harus siap mengikuti aturan dan disiplin yang sudah ditentukan oleh pesantren serta beberapa aturan tambahan di antaranya:

• Siap dan bersedia dikembalikan ke kelas reguler jika melakukan pelanggaran sedang atau berat

• Bersedia menerima tugas yang diberikan Pesantren seperti menjadi Pembaca Al-Quran dalam acara-acara tertentu atau menjadi utusan sebagai peserta lomba dengan penuh tanggungjawab.

• Bersedia ditempatkan di asrama Khusus anggota program Tahfizh 30 Juz.

 

Alhamdulillah, para santri sangat antusias dan berharap menjadi hafidz al-Quran di kemudian hari, sehingga mereka sangat antusias mengikuti seleksi ini. 

 

Pada tahun ini pesantren menambah 4  kelas Tahfizh khusus 30 Juz  yang dibimbing oleh 2 orabg Muhafidz dan 2 orng Muhafidzah, Tutur Ustadz yang akrab dipanggil Jay ini. [Jay-Habliy]